seputarmetrokudus. Kudus, 4 Juni 2018 Ramainya ektalasi politik pada Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 menjadi perhatian tersendiri bagi seluruh masyarakat pemerhati perkembangan negri. Adanya kesenjangan dibidang ekonomi, sosial, pendidikan bahkan agama menjadi PR sendiri bagi eksekutif sebagai pelaksana pemerintah, legeslatif sebagai pengawas jalannya pemerintah, yudikatif sebagai polisi jalannya pemerintah.
Bagaimana peran rakyat dalam pemerintahan, tidaklain bagi seluruh rakyat yang memiliki hak pilih adanya proses pemilihan langsung menjadi penentu utama jalanya roda pemerintahan selama 5 tahun mendatang.
Bagi Umat Islam yang mayoritas dalam mensikapi hak pilih di daerah basis Islam Ustadz Abdul Somad Lc MA mengungkapkan dampak mengerikan jika umat Islam salah dalam memilih pemimpin, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi apalagi Nasional.
“Penderitaannya bukan lima bulan, bukan lima hari, penderitaannya lima tahun mendatang. Meleleh air mata darah.” kata Ustadz Abdul Somad saat mengisi tabligh akbar di Lapangan Jasinga, Bogor, Jawa Barat pada Senin (4/6/18) malam.
Memilih pemimpin, kata Ustadz Somad, tak ubahnya memilih suami atau pasangan hidup. Jika pasangan hidup saja harus baik, apalagi pemimpin di level yang lebih besar.
“Kalau pemimpin rumah tangga saja dicari yang baik, apalagi pemimpin Kabupaten, apalagi pemimpin Provinsi, apalagi pemimpin Negara, betul?” kata Ustadz Somad, disambut jamaah dengan gemuruh takbir.
Karenanya, lanjut Ustadz Somad, umat Islam harus memiliki sifat selektif dalam menentukan. Jika tidak selektif, umat juga yang akan menderita.
“Harus selektif. Jangan sampai tidak selektif. Kalau kita tidak selektif, kita akan menderita.” tegasnya.
Dua Ciri Pemimpin Adil
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan dua ciri utama pemimpin adil yang harus dipilih umat Islam di setiap level mulai dari keluarga sampai negara.
Ialah amanah dan adil. Adil, menurut Ustadz Somad ialah mereka yang menjauhi dosa besar, menjaga diri dari dosa kecil dan menjaga kelayakan setelah bersyahadat kepada Allah dan Nabi-Nya.Pemimpin yang adil juga harus bersikap adil kepada diri, keluarga, dan sahabat sebelum adil kepada masyarakat atau rakyat yang dipimpin.
Jika ada calon Bupati atau wakil bupati yang dedikasinya seperti diatas jangan ragu untuk memilih niati karena Allah dan tentukan kemajuan daerahmu, kabupatenmu, provinsimu bahkan negrimu selama 5 tahun. Walaupun kebanyakan calon pemimpin dari mereka ada yang membagikan amplop.
Dok. Kebersamaan H. Tamsil & H. Hartopo dengan diapit sebelah kanan H. Haryanto dan sebelah kiri H. Halim
Seputarmetrokudus. Kudus, 22 Juni 2018 Semaraknya deklarasi
dalam memberi dukungan kepada Calon Bupati Kudus No. 5 yaitu kepada beliau H.
Tamsil & H. Hartopo dalam usaha merebut hati rakyat Kudus dan usaha memenangkan
Pilbub 2018-2023 tidak bisa lepas dari campur tangan tiem sukses No. 5 serta
dapatnya dukungan dari H. Haryanto dan H. Halim.
Dua usahawan inilah yang mengkatrol semangat dan
optimisme baik Calon Bupati dan wakilnya, Tiem Sukses bahkan masyarakat kudus dalam
menjatuhkan pilihan kepada No. 5 yaitu pasangan H. Tamsil dengan H. Hartopo di
pilbub tahun ini.
Keberadaan dari pemilik PO. Haryanto sebagai
usahawan transportasi yang sukses jelas menyedot perhatian masyarakat kudus untuk
memilih No. 5 sebagai pemilih bursa PILBUB di kabupaten Kudus tahun ini. Apalagi
ditambah dengan keberadaan Bapak H. Halim pengusaha dari kabupaten Demak.
Sedangkan sekilas dari H. Halim sang pengusaha
dari Demak dengan tekadnya untuk membantu mensukseskan Kudus dalam mencari
pemimpin yang Saleh, baik dan juga ngayomi masyarakat, maka beliau mengikrarkan
diri mensukseskan No. 5 untuk pilbub 2018-2023 di kabupaten Kudus seperti
halnya prestasi beliau dalam mendukung suksesi pilbub kota Demak kemarin yang
juga calon dukungannya mutlak berhasil menduduki jabatan bupati di kota
tersebut.
Bukalapak.com adalah e-commerce
online marketplace yang bertujuan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM)
Indonesia dengan menjual produk-produk UKM secara online. Sejak didirikan pada
tahun 2010, kini Bukalapak telah menjadi e-commerce besar yang paling
berkembang di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan penjualan 20 persen perbulan.
Siapa dibalik suksesnya
bukalapak? Dialah Ahmad Zaky. Achmad Zaky lahir tahun 1986 di Sragen, Jawa
Tengah. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik
Informatika, angkatan 2008.
Sebenarnya sebelum memulai ini
semua, setelah lulus kuliah Zaky berkeinginan bekerja di BCG atau Mckinsey.
Tetapi ia ditolak dan gagal mendapatkan pekerjaan di kedua tempat itu.
Sebenarnya sebelum masuk ITB,
tujuannya kuliah hanya berkeinginan memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji
besar. Namun seiring berjalannya waktu setelah kuliah ia mengalami perubahan
cara berfikir. Dimana di ITB itu sangat entreprenerial, karena lulusannya yang
menjadi pengusaha bisa menjadi role model, seperti Aburizal Bakrie dan Arifin
Panigoro yang sukses menjadi pengusaha sukses di tanah air. Oleh karena itu
setelah lulus di ITB pilihannya hanya ada dua, yaitu kerja di perusahaan besar
seperti Mckinsey dan BCG atau membangun perusahaan sendiri.
Akhirnya sejak kuliah ia sudah
berkecimpung di dunia StartUp dengan mendirikan Suitmedia, yakni perusahaan
jasa konsultan website perusahaan, dan hingga kini usaha ini masih tetap
dijalani. Pada 2010, melihat perkembangan Suitmedia tumbuh sangat pesat.
Setahun kemudian ia mendirikan Bukalapak. Sejak itulah ia memutuskan untuk
fokus membangun Bukalapak menjadi online marketplace terpercaya yang banyak
dikenal masyarakat Indonesia.
Berawal dari garasi, Achmad Zaky
bersama Nugroho (juga pendiri Bukalapak) yang memiliki pengalaman membuat dan me-marketingkan
website di Suitmedia, sadar bahwa para seller dan buyer menginginkan sebuah
situs online marketplace yang bisa mempertemukan antara penjual dan pembeli
secara aman (tanpa penipuan). Mereka pun akhirnya membuat sebuah situs online
marketplace bernamakan Bukalapak.com.
Diawal hanya 3 orang yang
terlibat di Bukalapak, 1 orang sebagai staf, 1 orang bantu-bantu, dan 1 orang
lagi yaitu Achmad Zaky sendiri yang secara masif mengajak orang-orang bergabung
di Bukalapak. Ia mengundang orang-orang bergabung saat di sela-sela pekerjaan
di Suitmedia.
Ketika itu melalui fitur message
di Facebook ia hanya bisa mengajak 100 orang perhari untuk mengajak orang
berjualan di Bukalapak. Tantangan terberatnya dalam mengajak seller bergabung
yaitu masalah kepercayaan terhadap e-commerce, karena kebanyakan orang takut
tertipu. Jadi diawal ia dan tim fokus menyelesaikan masalah kepercayaan dengan
cara mengedukasi seller. Kala itu Bukalapak sering membuat kisah sukses seller
dan menyebarkannya ke Twitter guna mengedukasi seller lain agar menjadi seller
terpercaya.
Ia bermimpi untuk menjadikan
Bukalapak sebagai sarana online marketplace yang aman dan menjanjikan di masa
depan. Bukalapak hadir mewadahi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di
Indonesia untuk tumbuh berkembang melalui internet.
Ia yakin bahwa peluang e-commerce
sangat terbuka lebar. Setiap orang dapat bergabung serta menjadi penjual dan
pembeli secara gratis. Baginya berjualan di toko fisik membutuhkan investasi
besar, seperti biaya sewa toko. Nah, pengeluaran semacam itu dapat dipangkas
apabila berjualan melalui internet.
Kemudian setelah didirikan,
Bukalapak mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu 3 tahun sejak didirikan
pada 2011, Bukalapak.com telah memiliki 150.000 penjual. Produk yang dijual pun
sangat beragam, mulai dari elektronik, makanan hingga produk fashion..
seputarmetrokudus. Kudus, Kamis 21 Juni 2018 dimana anak sekolah masih banyak yang liburan sekolah terhitung mulai setelah lebaran hingga liburan akhir sekolah yaitu tanggal 16 juli 2018. maka metro kudus memaparkan sekilas kisah pemuda yang berhasil atas inovasi, antaralain;
Nadiem Makarim - Go-Jek
Nadiem Makarim adalah orang dibalik lahirnya Go-Jek. Ia
semakin terkenal seiring dengan 'booming' nya nama Go-Jek di Indonesia. Go-Jek
merupakan sebuah perusahaan jasa transportasi dengan menggunakan ojek dengan
segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan kepada penggunanya yang berdiri
pada tahun 2011 tapi Nadiem Makarim lebih senang menyebut perusahaan GO-JEK
sebagai perusahaan Teknologi.
Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi mobile, GO-JEK
berhasil merevolusi industri transportasi Ojek. Fitur yang ditawarkan GO-JEK
pun berbagai macam seperti pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja
dan berpergian di tengah kemacetan, dimana semua ide itu berawal dari Nadiem
Makarim. Sangat sedikit informasi yang didapat oleh biografiku.com mengenai
profil masa kecil Nadiem Makarim.
Dari berbagai sumber yang didapat, pria kelahiran Singapura,
4 Juli 1984 ini memiliki ayah bernama Nono Anwar Makarim yang berasal dari
Pekalongan yang berprofesi sebagai pengacara dan ibu bernama Atika Algadrie
dari Pasuruan yang bekerja di bidang non-profit. Nadiem Makarim memiliki dua
saudara perempuan. Istri Nadiem Makarim bernama Franka Franklin, mereka menikah
pada tahun 2014 yang lalu.
Di ketahui bahwa Nadiem Makarim mulai bersekolah SD di
Jakarta, kemudian ia lulus SMA di Singapura, dari Singapura ia kemudian
melanjutkan pendidikannya di jurusan International Relations di Brown
University, Amerika Serikat. dan selama setahun ia mengikuti program foreign
exchange di London School of Economics. Ia juga melanjutkan studinya di Harvard
Business School, Harvard University dan lulus dengan menyandang gelar MBA
(Master Business Of Administration).
Nadiem Makarim diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan
Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan
masa selama tiga tahun bekerja disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai
Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief
Innovation officer kartuku. Berbekal banyak pengalaman selama bekerja, Nadiem
Makarim kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan
mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun 2011.
Alasan sederhana itulah yang membuat Nadiem Makarim mencoba
merintis perusahaan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama GO-JEK berbekal
pengalaman kerja serta memiliki jiwa enterpreneurship. Ide bisnis transportasi
GO-JEK sendiri berasal dari pemikiran Nadiem ketika ia berdiskusi dengan tukang
ojek langganannya. Nadiem Makarim jarang menggunakan mobil karena mobilitasnya
yang tinggi, ia lebih sering menggunakan jasa ojek.
Dari perbicangannya dengan
para tukang ojek, ia menemukan kenyataan bahwa hampir sebagian besar tukang
ojek menghabiskan waktunya hanya menunggu pelanggan saja dan susah untuk
mencari pelanggan, di sisi lain kemacetan Jakarta makin memburuk maka di
butuhkan sebuah layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat
untuk membantu warga jakarta.